1. Ubud


Lokasi Ubud yang dikelilingi oleh areal persawahan dan letaknya di antara jurang-jurang gunung, membuatnya menjadi tempat yang terkenal sebagai lokasi peristirahatan favorit turis – turis, baik lokal maupun mancanegara yang sedang berkunjung ke Pulau Bali.
Ubud terletak di kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia. Yang unik dari tempat ini adalah kultur budaya para warganya yang tidak lepas kesenian. Tidak heran, Ubud dikenal sebagai salah satu kawasan seni dengan adanya bermacam – macam galeri seni yang ada.
2. Goa Gajah
Gua gajah merupakan salah satu tempat wisata di bali yang merupakan gua buatan dan difungsikan sebagai tempat peribadatan. Gua gajah yang berlokasi di  di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatu, Kabupaten Gianyar, kurang lebih 27 km dari Kota Denpasar. Keberadaan goa gajah diawali pada tahun 1923 ketika salah seorang pejabat berkebangsaan Belanda yang bernama LC Heyting menemukan arca Ganesha, Trilingga serta arca Hariti. Dua tahun berselang, tepatnya pada tahun 1929, penemuan tersebut ditindaklanjuti oleh Dr.WF.Stuterhiem dan dilanjutkan kembali pada tahun 1950’an oleh dinas purbakala RI yang dipimpin oleh  J.L Krijgman hingga tahun 1954  sampai tahun 1979. Situs Goa Gajah kini menjadi pusat peribadatan keagamaan oleh penganut agama hindu.
3. Museum Blanco Renaissance
Museum seni yang didirikan oleh Don Antonio Blanco, salah seorang pelukis keturunan spanyol – Amerika Serikat. Pelukis yang mulai menetap di Bali pada tahun 1952 itu, terkenal dengan karya – karya lukisannya yang bertema romantik- ekspresif. Gelar Don merupakan gelar kehormatan yang diberikan oleh Raja Spanyol.
Museum yang diberi nama The Blanco Renaissance Museum adalah sebuah museum yang dibangun pada tanggal 28 Desember 1998 dan berlokasi di Ubud. Total museum ini menyimpan 300 lukisan asli karya maestro seni  yang meninggal pada 10 Desember 1999, di Bali.
Museum yang mengambarkan kearifan dan filosofi Ala Bali tersebut, merupakan keinginan dari seorang Antonio Blanco, agar suatu hari nanti memiliki museum sendiri untuk menyimpan seluruh hasil karya seni lukisnya.
4. Museum Agung Rai

Museum seni yang didirikan oleh Agung Rai, seorang seniman lokal yang mendedikasikan seluruh  hidupnya untuk memperkenalkan kebudayaan dan kesenian khas Bali, secara resmi dibuka pada 9 juni 1996 oleh Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro yang saat itu beliau menjabat sebagai Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Republik Indonesia.
Museum yang sepenuhnya dikelola oleh yayasan ARMA  sejak 13 mei 1996 ini tidak hanya memberikan visualisasi musium pada umumnya. Pengunjung museum juga dapat menikmati koleksi lukisan permanen, pameran seni temporer, penampilan teater seperti tarian, kelas musik dan melukis, toko buku, perpustakaan, hingga seminar.
5. Ayung River Refting
Memacu Adrenalin dengan melawan derasnya arus sungai Ayung bisa dilakukan di lokasi ini. Sungai Ayung yang termasuk kategori sungai dengan kelas II dan kelas III, arus yang tidak terlalu lair, sangat cocok untuk rafter pemula untuk merasakan arung jeram dengan santai sembari menjelajah arus di sela – sela batu kali sungai Ayung.
Suasana di sekitar lokasi rafting, sangat mendukung untuk ber-arung jeram ria sembari menikmati rindangnya pepohonan, hamparan hijau persawahan khas Bali dan jajaran perbukitan yang sangat menyejukan mata. Selain itu ada beberapa guratan kreatif dari seniman Bali yaitu ukiran rekief Ramayana di tebing Batu, bisa dilihat saat rafting di Sungai Ayung, Anda akan disuguhi pemandangan pepohonan hijau yang rindang, hamparan persawahan, dan perbukitan yang asri dipandang mata. Di tengah-tengah perjalanan nantinya, Anda berkesempatan melihat mahakarya seniman Bali berupa ukiran relief Ramayana di tebing batu.